Well.. kalian paling juga tau penampilan
saya ini kaya apa. Kucel, ga suka pake rok, ga bisa rapi dan
sebagainya. Tapi makin dewasa kerapihan kebersihan dan "kewanitaan"
bisa dikompromikan ke dalam hidup saya haha. Saya sewajarnya sekarang suka
pakai pakaian rapih, agak bener menata rambut, atau ingin warna kulit tidak
belang -__- yayayaya.
Sampai pada
akhirnya saya tersadar karena 1 bulan ini saya lebih sering dirumah, saya
sadari kulit saya sudah mulai menyatu garis batas belang-belangnya, senangnya
(tadinya) tetapi akhirnya saya sadar bahwa sebenarnya senang ini gak seberapa
bila dibandingkan dengan kerena apa saya bisa belang dan mengjitam. Setelah
saya pikir- pikir saya menghitam karena jalan-jalan atau tuntutan pekerjaan
yang mengharuskan saya panas-panasan plus ditambah wira-wiri naik motornya.
Saya jadi teringat kata-kata Al kemarin "kalo di kantor nih (divemag)
yang putih malah sedih, pokonya yang item-item pada belang itu yang
bangga". Sekarang saya mengerti dan merasakan hal yang sama seperti Al apa
sih yang membuat mereka rela tidak
perduli penampilan jadi kucel kulit jadi gosong? oke jawabannya adalah : Pengalaman.
Iya baru saya
sadari bahwa menghitam untuk pengalaman itu nikmatnya tiada tara. Hmm saya
memang berlebihan, mungkin kalian semua berfikir pengalaman bisa dateng dari
mana aja baik indoor atau outdoor. Iya memang betul, tetapi mungkin karena saya
kurang begitu mengingat- ingat pengalaman berharga mana yang saya dapat di
dalam sebuah ruangan maka saya anggap diluar sana, dibawah terik matahari
pengalaman yang saya dapatkan sungguh luar biasa. Saya akan sedikit pamer menceritakan tentang pengalaman saya yang sebenernya masih cemen.
Oke saat SMA saya memutuskan untuk ikut
ekstrakurikuler pecinta alam. Entah ada angin apa saya masuk dan ikut pelatihan
ekskul yang bener-bener bikin emosi jiwa tapi bisa bikin saya bilang : “Sekolah
gw bukan 47, tapi sekolah gw PATTUPALA”. Kegiatan pecinta alam ini terdiri dari
3 divisi yaitu mountaineering, caving, dan climbing. Sampai sekarang saya ga tau
alasannya mengapa itu gunung capek-capek di daki lalu udah sampai puncak terus
udah gitu kita turun lagi, atau caving santai-santai kita SRT sampai bawah lalu
setengah mati kita jumaring ke atas.. mungkin itu kali yang dinamakan cinta sampe
gatau alasannya apa haha. Oke PATTUPALA adalah organisasi pecinta alam yang 90
pesen kegiatannya diluar 10 persen cuma materi kelas. Jelas dengan saya jalan-jalan bersama PATTUPALA saya punya pengalaman banyak. Dari mulai sekedar
latihan sampai mengadakan perjalanan.
Pengalaman dibawah matahari yang lain
adalah tepat dibawah sinar matahari khatulistiwa yaitu saat magang di Kalimantan.
70 persen kegiatan magang sekaligus penelitian skripsi ini ada di lapangan
a.k.a di luar sana. Mulai dari menyebrangi sungai segede laut mengitari
perkampungan warga yang rumahnya mengapung diatas sungai dan kegiatan lainnya
yang menghasilkan keringat serta menghitamkan kulit saya alami. Banyak hal yang saya alami di lapangan,
dan senangnya itu sangat bermanfaat bagi diri saya. Orang tidak akan tau
bagaimana dirinya dapat atau tidak menyelesaikan masalah kalau belum terjun
langsung ke lapangan. Dengan kita keluar kita bisa melihat realita yang ada
bagaimana orang lain mempunyai budaya dan kebiasaan yang jauh berbeda dengan
kita.
Mungkin
menghitam sama halnya dengan selogan detergen pencuci pakaian: ga kotor ga belajar
| ga gosong ga pengalaman! haha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar