Kamis, 29 Maret 2012

lanjutan #KOMODOTRIP

Hai hai lanjut lagi  #KOMODOTRIP-nya ya. Lanjut kehari hari berikutnya tapi saya janji ga panjang- panjang nulisnya biar ga pegel bacanya. Oke perjalanan dimulai dengan travel agent nya mas Figo kami segera bergegas ke pelabuhan dengan menggunakan bemo. Haha bemo disana itu kayak angkot di Jakarta tapi mereka bilang itu bemo, gak sampe 5 menit kami sudah loncat2 ke perahu. Tim perahu/ boat kami yaitu ada Mas Kiran sebagai kapten, dan 2 awak kabin lainnya (emang pramugari) yang bertugas menjadi koki dan asisten kapten , dan kami berlima, kenalin nih 3 bule yang datang dari beda- beda negara ada Daniela dari Belanda, Peter dari Poland dan yang kakek ganteng ini Tony dari Australia. Okay kami berdua akan terus bersama 2 hari 1 malam bersama mereka (semoga saya jadi lancar bahasa Inggris-nya *ngarep?*)



(ki-ka : Racco, Dan, Mas Kiran, Peter, and Tony)

kita makan disini , tidur disini juga tapi sayangnya pas kita pajamas party ga ada fotonya haha kalo malem ini meja di pinggirin dan di alasin matras dikasi sprei, selimut dan bantal :)

Berangkat dari Lbj- p. Rinca : 2 jam ( keadaan suasana masih krik2 di tambah lagi Uncle Tony pake sumpelan kuping karena boat berisik bgt mesinnya)



P. Rinca / Loh Buaya ini dia Ranger kita yang ramah

komodo di P. Rinca

Di loh buaya a.k.a Pulau Rinca ini jumlah komodonya lebih banyak tapi ukuran komodinya kecil, liat aja foto saya bersama komodo diatas kecil kan? menurut ranger, komodo di Pulau Rinca ini telah membunuh 3 orang, ya jaman dulu sih  saking komodo nya laper jadi nyerang warga, yang saya heran pulau Rinca ini berpenduduk lho. haa cari mati ini emang orang,ya tapi mau gimana lagi namanya juga warga asli mau kaya gimana juga ga mau ninggalain tanah kelahirannya. 

Jadi Ranger curhat katanya kita wisatawan domestik pertama yang mau long tracking, biasanya nih wisatawan domestik cuma sampe dapur yang banyak komodonya tok. foto2 terus udaaah, mereka ga mau capek. lain dengan wisatawan asing yang semangat tracking tapi ngambek kalo pastracking ga nemu komodo sama sekali haha dasar manusia.



pemandangan saat tracking

Ranger ini masih muda banget , dia orang Bajawa (daerah di Flores yang cukup jauh dr P. Rinca) Ranger ini bekerja 10 hari masuk dan 10 hari libur sistemnya, tapi dia ga mau jadi Ranger selamanya juga katanya juga mau kuliah lagi hehe (ranger kesempatan curhat kali ya mumpung ada wisatawan domestik yang seumuran). Saat  tracking berlangsung kita hanya ketemu 1 komodo dan beruntungnya walau cuma 1 komodo, tapi ia lagi mencari telur komodo dan ingin memakannya. Jadi komodo adalah hewan  kanibal, jika mereka kelaparan ia akan memakan telur- telur komodo bahkan saling membunuh dan memakan temannya sendiri.



sikat jon!
Oh ya ada kejadian lucu pas kita masuk ke P. Rinca kan bayar dulu tuh dikantor ketiga bule ini dibikin sewot oleh ulah 2 petugas taman nasional karena kita diberatkan untuk bayar ina itu. kami yang domestik pun juga walaupun jumlahnya beda bgt, haha. dasar endonesah liat bule dikit langsung diporotin, jadi kami harus bayar tiket masuk, lalu retribusi pemda manggarai, parkir perahu, dan biaya ranger. hmm total kami bayar 35 ribu dan si bule 90 ribu kalo saya tidak salah itu pun kita musti nipu bilang ga bawa kamera. kamera pun kena bayar juga.. Kelar Pulau Rinca, kami langsung bergegas ke Pink Beach yihaaa! sekitar jam 1 atau jam 2 kita sampe Pink Beach dan chemistry sama si bule udh mulai terbentuk nih haha. Makin asik kali ya, karena snorkeling bareeeng :D. 

saya beli kalung manta dan nawar setengah mati 



Kalo ke pink beach jangan lupa bawa cover camera yang water proof soalnya kapal ga bisa merapat di pink beach jadi menuju ke pantainya dari kapal harus nyebur dan berenang kalo kameranya ga ada cover water proofnya yaah sayang bgt!!
Dari pink beach kami segera menuju P.Kalong /P.Kelor karena udah kesorean.. kami akan bermalam di pulau kalong karena airnya tenang sunset disini jugaaaa J


bermalam di P. kambing juga P. kalong perahu beruntun agar tak terbawa ombak :)

Malam tiba, kami makan malam dengan masakan yang lumayan enak dari koki perahu. Kita berlima saling bercerita dari mulai masalah susu, keju, tilang, liburan, perekonomian tiap negara, sampai pada akhirnya Uncle Tony bernyanyi untuk kita, suaranya lumayan lho dan dia nyanyi 3 lagu Elvis! Haha mereka lucu bgt lah pokonya.. Daniela yang ramah dan ga suka di foto itu ga bisa lepas dari junk food dan keju makanya walau dia traveling kalo nemu Mcd seneng bgt sekali. Mereka bertiga bener-bener travelling sendirian, saya iri banget mendengar mereka pamer abis keliling indonesia, ada yang dari danau kelimutu, bejawa, ruteng, toraja, kalimantan, derawan oh my saya belom kesanaaaa haha tapi untungnya saya bisa cerita kalo udah ke kawah ijen J dan mereka tertarik! Dan satu percakapan Danniela yang saya inget baik2 yaitu,  me : “daniela why you are traveling alone?” Dann : “I wonder with people in here, daniela where your husband? Where your boyfriend? Why travel alone? do you not afraid? oh gosh, I was traveling alone, but when I'm traveling, the evidence I do not ever be alone .. yeah like this now . 

Senin, 26 Maret 2012

Father and Daughter

Stevie Wonder & Aisha
Isn't she lovely 
Isn't she wonderfull 
Isn't she precious 
Less than one minute old 
I never thought through love we'd be 
Making one as lovely as she 
But isn't she lovely made from love 

Isn't she pretty 
Truly the angel's best 
Boy, I'm so happy 
We have been heaven blessed 
I can't believe what God has done 
through us he's given life to one 
But isn't she lovely made from love 

Isn't she lovely 
Life and love are the same 
Life is Aisha 
The meaning of her name 
Londie, it could have not been done 
Without you who conceived the one 
That's so very lovely made from love  



saya ngeh lagu ini didedikasikan untuk anak perempuan stevie wonder karena salah satu stasiun tv membahasnya, hmm saya langsung putar ulang lagu ini di laptop dan mencerna betul- betul liriknya hehe karena saya memang suka gak ngeh ama lirik lagu padahal sering dinyanyiin. Ternyata makna lagu ini dalem banget yah mungkin kalo sekedar diartikan ke dalam bahasa Indonesia lagu ini sangat sederhana artinya. tapi coba deh dinyanyiin sebahagia dan sehikmat stevie wonder menyanyikannya. saya langsung ikutan seneng lho. dari lirik ini terlihat suatu kenyataan bahwa seorang ayah sangatlah mencintai anak perempuannya  bahkan dalam konteks stevie wonder yang buta. seorang ayah yang beru saja mempunyai anak walaupun dia tidak dapat melihat anak perempuannya yang baru lahir. tapi pada bait :


 Isn't she lovely 
Isn't she wonderfull 
Isn't she precious


seakan stevie menanyakan dan meyakinkan keseluruh penghuni dunia  apa anaknya sesuatu indah? menakjubkan? membanggakan? hal ini karena dia sangat- sangat bahagia.


I never thought through love we'd be 
Making one as lovely as she 
But isn't she lovely made from love 

Isn't she pretty 
Truly the angel's best 
 


seorang ayah sangat menyanyangi putrinya lebih dari apapun yang ada di dunia ini, begitu pula seperti seorang ibu menyanyangi putranya. hal ini sangat adil  dan ini sangat natural. Bagi saya seorang ayah bagai rumah yang hangat, penuh rasa aman , dan penuh kasih sayang ..saya tidak akan mengecewakannya dan akan pula selalu menjaganya seperti ia menjaga kami  putrinya :) 


Kamis, 15 Maret 2012

The Dragon From Indonesia



#KOMODOTRIP PART  1

Hai hai hai, seperti biasa blog ini kurang ter-urus karena yang punya pemales, tapi utungnya untuk tulisan yang satu ini saya gak pake males- males nulisnya. Yak #KOMODOTRIP kenapa pake hastag segala sih? Hehe jawabannya karena kemarin saat saya jalan- jalan saya selalu sibuk ngetwitt pake hastag ini dan banyak yang nanya- nanya tentang trip yang satu ini. Oke mungkin kali ini saya akan menyajikan berbelas- belas paragraf dan semoga  kalian semua ga bosen bacanya yaaa :)

Awal yang Mulus

Komodo trip adalah trip saya bersama pacar saya Racco (lagi). Awal mula rencana trip kita kali ini yaitu sekitar 8 bulan lalu. 8 BULAN ? lama amat? Iya, kami punya ciri khas traveling yang dipersiapkan jauh-jauh hari terutama masalah transport.  Untuk komodo trip ini, 8 bulan yang lalu sebuah maskapai penerbangan termurah yaa  you know what i mean, mengadakan promo besar- besaran seperti saat perjalanan kami ke Singapura tahun lalu yang juga disponsori oleh kemurahan maskapai tersebut. Rencana awal kami hanya ingin ke Bali secara yakan saya baru 1 kali ke Bali dan itupun waktu kecil dan saya lupa Bali kaya apa, yaudah kami booked tiket ke Bali 7 Maret 2012. Kenapa 7 Maret?  ya soalnya pacar saya tanggal 5 nya ulang tahun jadi ya itung- itung liburan sehabis ulang tahun.. tapi maskapai  low budget  dengan selogan “now every one can fly”  tersebut tidak mempunyai rute yang banyak.. apalagi Yogya- Bali pun saat ini belum ada, maka dari itu mumpung murah dan mumpung kami orangnya niat,  kami booked lah rute  Yogya-Jakarta  lalu Jakarta- Bali pulang- pergi dengan harga per-orang ke Jakarta dari Yogya hanya 5 ribu rupiah dan untuk Jakarta Bali 100 ribu. Sangat amat teramat murah kan?  *give a kiss to  maskapai merah murah meriah tersebut* oke transport beres dan masih ada waktu 8 bulan untuk menabung dan nyicil skripsi :p

PLAN A , B , or C ??!!

Oke waktu makin maju, makin ga kerasa udah mendekati bulan Maret yang terasa berat selain tekanan dari mana saja tentang  : skripsi yang ga rampung-rampung proposalnya!!haha.. bulan Maret pun didepan mata! dan yang jangan ampe terlupakan bahwasanya saya pun harus double cari uang karena tanggal 5 Maret nya Racco ultah berarti KADO. oh my god fix saya banting tulang bulan Februarinya. Dari segala jualan hp, jaga pameran, ngarepin beasiswa, dan yang terpenting adalah lebihan uang BOP hahahhaha (cara paling ampuh). Yaaa Tuhan tau lah, mahasiswa seperti saya butuh liburan jadi ampunilah dosa- dosa saya ya Allah :p. Setiap perjalanan yang saya lakukan pasti mempunyai kendala, belum pernah saya traveling lancar jaya selancar mengedipkan mata atau membalikkan telapak tangan, ya mungkin kalo saya anak konglomerat acara jalan- jalan saya jelas lancar- lancar aja. Selain yang bikin pusing masalah dana, yang bikin puter otak lagi kami berdua suka banget merubah rencana. Sekitar 3 bulan setelah membeli tiket, kita berfikir sebenarnya tidak terlalu interest ke Bali kami lebih interest ke G. Rinjani yang ada di Lombok maka dari itu (saya khususnya) langsung rajin latihan fisik dari rajin berenang di Depok Sport Center lalu lari sore muterin Mandala Krida hehe biar kurus cuuuuuyyyy. Lagi seneng- senengnya olahraga muncullah twitt dari salah satu akun twitter khusus jalan-jalan bahwasanya G. Rinjani ditutup sampai dengan akir Maret beralasan cuaca yang buruk a.k.a musim hujan. Jeng jreeeeeeeng  harus kemanakah kita? Apakah stay di Bali aja? Putar otak lagi, pacar saya yang emang penggemar kebun binatang dan suka sama binatang dia cita- cita banget ke Pulau Komodo. OKE! KOMODO!!! Tepatnya semudah mengedipkan mata kami menentukan tempat untuk travelling hihi. Stop top stop “komodo kan di NTT bang” ucap saya kepada pacar saya “ iya. Emang ngapa?”  haha saya rasa pacar saya ini waktu SD nilai IPS nya merah, gatau apa dia kalo Pulau Komodo itu ada di NTT yang ga lain dan ga bukan ada di Flores? Yang entah saat itu saya juga gatau itu udah termasuk WITA apa jangan – jangan udah WIT? Haha saya sih oke oke aja, cus  deh berangkat tanpa buka- buka atlas.

How We Got The Dragon


Awalnya kami berencana dari Bali menggunakan jalur darat, tetapi setelah mengamati peta jalur bus ke p. Komodo ga mungkin banget kita lewat jalur darat, masalahnya kita udah beli tiket PP 7 -14 Maret. Oke kita mulai search tiket pesawat Bali- Labuan Bajo dan hanya ada 3 maskapai yaitu Merpati, Trans Nusa dan Sky Aviation, buset apaan tuh 2 maskapai terakhir saya bener- bener baru denger. Hehe saya search pake Merpati aja karena kedua maskapai terakhir ga keluar harganya (haha bener- bener website yang aneh).  Oke Merpati ada promo Bali- Labuan Bajo just 400 an ribu dengan harga promo. Okeee tapi duitnya belom ada bro! saat saya search... Saat itu juga masih sangat gambling karena pacar saya racco sedang menunggu jadwal sidang skripsi yang entah kapan jadwalnya keluar. Bingung kan tuh kalo bentrok gimana?? Makanya kami putuskan untuk menunggu jadwal sidang keluar dulu. Racco pun berdoa agar sidang tanggal 5 Maret aja biar pas bin spesial tapi ternyata tanggal 5  baru keluar itu jadwal yg ternyata dia pendadaran tanggal 7 Maret pukul 16.00.  wohooo once again get the trouble! Tapi semakin kepentok semakin jago mensiasati. Hehe ini dia yang paling sering terjadi dengan model pembelian tiket pesawat promo dengan jauh- jauh hari insting musti ikut campur banget, kalo meleset ya seperti ini laah hehe. Oke dengan cekatan kami langsung jual tiket kami yang turah- turah tersebut. Kami memutuskan untuk berangkat tanggal 8 Maret makanya tiket berangkat pun kita sale habis- habisan tapi sayangnya hanya tiket saya yang terjual tapi gapapalah itung2 nambahin beli tiket normal ke Bali-Labuan Bajo yang pastinya gila harganya karena kami belinya mendadak. Rasanya gak mau liat harga tiket tersebut Yogya-Bali kita dapet 400 an ribu dan Bali – Labuan Bajo 800 ribu ini semua per orang ya. Pulang dari Labuan Bajonya yang masih dapet promo walau itupun harga tiket sudah menginjak 500 an. Oho udah kebayang pertengahan Maret- April saya makan nasi aking di kosan -___-.

Masalah transport kelar ya .. sekarang masalah penginapan, Bali beres karena kami punya kenalan yaitu vokalis band yang pernah racco manajerin punya rumah di Bali maka dari itu gratis. Kalo di p. Komodo gimana? Entah gimana. Asli kami ga bisa well prepare masalah penginapan untuk p. Komodo kami sudah search tapi sulit banget untuk model backpacker, di web hanya ada tour, tour, dan tour yang harganya bisa buat naik haji. Haha makanya kami pasrah, menemukan sih berapa blog yang bilang bisa numpang rumah warga ada yang tidur di kapal. Yang jelas kami buta kalo sudah sampai Labuan Bajo. Kami memutuskan untuk santai aja itu urusan nanti di Labuan Bajo aja. Yang jelas kami prepare adalah peralatan dan perlengkapan pribadi dan search tempat- tempat yang bisa di explore di Pulau Komodo. Wohoooo silahkan kalo iseng ketik aja keyword di om google, bakal keluar tempet wisata yang bikin ngiler se- iler2nya manusia. Saya gatel kalo cuma search “backpacker komodo”  coba saja googling backpacker Flores atau wisata Flores. Buanyak banget yang saya ingin kunjungi tetapi budget yang mefet dan waktu yang mefet akhirnya hanya bisa mengantar kami meuju wisata Pulau Komodo dan sekitarnya dan itupun udah seneng banget. One day saya pengen sikat itu pulau Flores yang sering disebut Copa de Flores atau Nusa Flores alias Pulau Bunga, oh ya saya akui perjalanan kami kali ini tidak begitu backpacker untuk masalah transportasi hmm bisa diitung flashpacker kayaknya :p. Oke selanjutnya saya akan paparkan perjalanan saya hari pertama sampai akhirnya kami selesai trip to komodo!

#KOMODOTRIP PART 2

Well dimulai dari cuaca, lagi- lagi kami tidak belajar dari pengalaman, karena cuaca  ternyata sangat menentukan nasib suksesnya liburan anda- anda sekalian udah berminggu- minggu di Yogya hujan, hujannya awet bikin wet wet wet. Bener- bener nekat! kami hanya berfikir semoga beda bagian wilayah Indonesia berarti beda juga cuacanaya.. ya seperti  #eastjavatrip tempo dulu, Yogya udah  hujan, Jawa Timur belom ujan- ujan banget (hehe maksa ya tapi terbukti kok.. ) dan yang bikin nyesek, malam saat kami mau berangkat saya masih ising- iseng liat BMKG pengen tau cuaca di NTT khususnya Labuan Bajo. BMKG mengatakan bahwa ramaalan cuaca di NTT "Hujan Sedang". Lalu saya search Yogya ternyata ramalan cuacanya juga tertulis "Hujan Sedang".  Ramalan  tersebut untuk hari ini dan esok hari. Ooooooh jadi  yang dibilang BMKG "Hujan Sedang" itu kaya gini nih? jleb banget dia kata hujan sedang, ini mah hujan deras bin ambyar. Yaa tapi namanya juga ramalan cuaca, kalo dipercaya namanya tahayul bro :p

Day 1

Flight jam 20.50 kalo saya ga salah, jam segituan deh ya pokoknya. Dari kosan pun udah hujan gede. Bikin deg- deg an aja deh saya bukan numpa mobil yoo iki numpak pesawat.. udara bro kalo cuaca ekstrim kan lumayan bikin ciut. Tapi untungnya tiba di bandara hujan mulai gerimis. Oh yaaa saya kan pake maskapai bersimbol singa tuh ya otomatis lah delay untung gak lama- lama amat cukup sekitar 30 menit delaynya. Saya sampai dengan selamat di bandara Ngurah Rai yah tengah malem gitu lah dan masalah pun belum selesai disini saja ternyata. Jadi, rumah om fred (si vokalis yang punya rumah di Bali) itu di Sanur, Bandara – Sanur naik taksi bisa sampe 100 ribu padahal besok pagi jam 7 an kita harus sampe bandara lagi untuk flight Labuan Bajo. Brarti 200 ribu. Hmm ini namanya diperalat waktu dan transportasi. Akhirnya setelah memantau keadaan bandara dan pikir- pikir ada dua tempat yang bisa dijadiin tidur darurat yaitu mushola dan kursi panjang didepan pintu keberangkatan domestik, saya sih prefer di mushola tapi setelah tanya- tanya musholanya katanya kotor dan banyak nyamuk dan letaknya deket wc dan repot juga kalo tiba- tiba subuh- subuh racco dibangunin imam suruh qomat sekalian sholat subuh hehe. Makanya kami akhirnya tidur di kursi panjang depan keberangkatan domestik. Hemat 200 ribu bro remuk remuk dah gapapa.



Siap- siap tidur di kursi bandara Ngurah Rai -_-
Day 2

Jam 5 aja udah rempong banyak orang lalu lalang namanya juga bandara yakan, hmm zombie lah kita jadinya badan remuk masuk angin dan musti melanjutkan perjalanan. Oh iya karena saya orangnya parno-an tadinya tas jinjing saya yang berisi barang- barang berharga waktu tidur saya kalungkan dileher hehe, dan daypack dan carrier diikatkan ke kursi yang saya tindih dengan kaki. Bisa bayangin kan tapi untungnya Racco membangunkan dan memberi tau di deket gate keberangkatan ada locker cuma bayar 25 ribu barang- barang aman karena ada petugas dari bandara yang jagain. Oke daripada berjuta- juta ilang meningan bayar 25 ribu tapi safe! Wihiii note it ya ada locker di bandara ngurah rai. Oke pagi- pagi kita cari sarapan dan akhirnya nihil cuma baru ada CK yang buka. Hmm popmie dan makanan anget2an lah yang kita sikat. Kita numpang makan di tempet locker dan disitu ada 2 petugas yang jaga dan dipagi hari yang cerah namun menurut saya bandara ini amat kumuh hehe.. ada cerita lucu dari gelagat 2 petugas locker tersebut tapi mereka baik- baik sih  buktinya saya bisa nebeng makan di ruangan tersebut.  Jadi petugas ini dua- duanya bukan orang Bali tapi dari dua daerah yang sangat jauh berbeda dan bener- bener dapat diterka dari paras mukanya hehe yang satu dari Batak yang satu dari Alor. Kebayangkan si abang satu ini gemuk dengan muka kotak khas batak suara pun lantang sangat mencerminkan orang Bataklah diapun sangat bangga sepertinya jadi orang Batak, yang satunya hitam kecil lucu bangetlah pokoknya.. orang Alor dengan logatnya yang yaaaa you know laaah sumber air sudekat. Hehe pis loh . Sambil menyeruput popmie saya sibuk mendengarkan 2 orang ini berceloteh bahkan saya sampai terbahak-bahak, karena beneran deh kayak kartun atau sitkom. Jadi di Bali kan kental banget agama dan budayanya jadi setiap tempat usaha pasti ada tempet sembhayangnya dan dua orang ini yang tiap hari masang dupa buat sang dewa atau mengurus sajen buat sang dewa, si Batak yang agak selengean ini mempraktekan ngobrol sama kotak sembhayang :” oke bro makan dulu ya bro” sambil nyalahin dupa (untuk umat Hindu jangan sakit hati ya semoga jadi pembelajaran kita harus saling menghormati sesama umat beragama) belum lagi mas- mas dari alor yang ternyata dia lumayan berwawasan luas dan dia juga bercerita perjalanan pulang ke Alor dari Bali, karena saya akan terbang dengan pesawat berbaling2 dia pun bercerita pengalamannya menggunakan pesawat baling- baling. Katanya baling- baling pernah berenti sebelah!! haha ketawa sih ketawa tapi ini deg- deg an gila sebenernya.  Si mas- mas alor ini pun juga cerita banyak tentang Alor hmm jadi pengen ke Alor... Oke akhirnya saya beranjak menuju pesawat dan saya mantapkan hati Bismillah untuk pertamakalinya dengan jantung hampir copot akhirnya saya naik pesawat baling- baling yang terbang rendah dan menampilkan pemandangan yang luar biasa selama diatas awan :)

pesawat baling- baling






Pemandangan dari pesawat Bali- Labuan Bajo


Kalo ga salah kami sampai di bandara Labuan Bajo pukul  11.00 WITA. Begitu kita sampai sempet takjub dengan bandara yang amat sangat minimalis lebih tepatnya mini nan sederhana sesampainya di bandara Labuan Bajo saya dan Racco pun seperti : anak ilang. Yak kami gatau musti ngapain hehe dan benar saja apa yang dikatakan para backpacker yang telah mereka infokan di beberapa blog bahwa setibanya di labuan bajo jangan kaget kalau banyak banget calo tour and travel yang ngerubungin orang- orang yang baru turun dari pesawat. “ ya kaka mau kamana kaka? Komodo kaka rinca bla bla bla” karena saya sudah mengerti maka saya acuhkan. Tapi acuh sih acuh, trus kita ngapain dooong ini? seketika, karena memang kita satu2nya turis lokal yang berada di situ nyamperinlah itu polisi bandara yang masih terbilang bujang tanggung. Kami di tanya- tanya mau kemana dan di nasehati agar jangan mengubris para calo, kami disuruh santai aja nanti dibantu dicarikan penginapan, dan transport keluar dari bandara. Hmm dalem hati sih agak was- was dan udah nyadar kayanya ini polisi bandara juga ngantau deh jadi calo Cuma caranya aja lebih aluuuussss. Karena kami cukup lugu yasudah kami santai- santai saja tiba- tiba kami sudah di jemput mobil avanza dan di turunkan di penginapan komodo indah yang ternyata milik keluarga si polisi tersebut permalam 150 ribu akhirnya kami manut saja, setelah menaruh barang ternyata kami disuruh bayar ongkos avanza yang mereka sebut taksi tersebut daaaaaaan harganya 50 ribu padahal bandara- penginapan hanya ditempuh 5 manit saja! Yak kami diperdayai oleh orang Labuan Bajo karena kebetulan sang supir taksi tersebut hitam, kekar, dan bermuka bengis kami pun ciut untuk nawar agar gak bayar segitu banyak. Yaaa buat pelajaran aja besok kalo kesana lagi cukup naik ojek dengan harga 10 ribu rupiah saja sampai area penginapan/ pelabuhan.
Copa de Flores! yihaaa

Yang perlu di ingat di labuan bajo penginapan banyak banget terutama di deretan pelabuhan sepanjang jalan pelabuhan kalian bisa menemukan penginapan dari yang murah sampai bertaraf bintang seperti hotel jayakarta, lalu ada travel tour yg menyiapkan perjalanan kita perpaket, ada tempat peminjaman alat snorkeling dan diving, ada toserba, ada tempat makan , kafe, dan tempat beli oleh2 yang hanya ada 2 toko dan itu pun sama saja isinya (kurang menarik dan ga ada yang bagus. Palng beli kaos gambar komodo 1 nya 50 ribu gabisa kurang).
labuan bajo

Oke penginapan kalo low seasons BISA DI TAWAR kalo dia ngasi harga 150 ribu tawar aja jadi 100 ribu. Lalu untuk masalah trip kami kemaren menelusuri jalan sepanjang pelabuhan dan tanya- tanya setiap tour travel tersebut kami ikut yang model join lebih murah karena kami kan hanya berdua. Kapal mesin 2 motor maksimal bisa di isi sampai 7 wisatawan. Kemaren kami join sama 3 bule dengan trip 2 hari 1 malam (labuan bajo- p. Rinca- pink beach- p. Kelelawar- p. Komodo- manta point- p. Kanawa- labuan bajo) berlima dapet harga 500 ribu per orang (bagi wisatawan lokal. Kalo bule pasti dimahalin) sepertinya kalau kalian berbanyak orang mungkin bisa sampai 400 bahkan 300 yang penting jago nawar, karena yang perlu diingat orang- orang labuan bajo masih sangat tidak kompak dalam menentukan harga standart trip tersebut setiap orang berlomba- lomba untuk ngibul dan nyari untung jadi jangan segan- segan untuk NAWAR.
Hari kedua ini kami habiskan untuk istirahat dan searching agen trip, selain itu yang bikin drop mood adalah hari kedua ini full hujan.. dan untuk makan malam kami berkunjung ke Resto Matahari, kesan pertama sih yah enak pemandangan langsung ke pelabuhan tapi setelah hampir 2 jam menunggu makanan pesanan kami tak kunjung datang! harganya pun harga bule, dan pelayannya songong- songong semua . Akhirnya saya tinggalkan pesanan makan malam saya tersebut. Kami menyusuri jalan pelabuhan tersebut dan bertanya pada warga setempat : ”misi kaka, dimana ya tempat makan biasa untuk orang lokal yang enak?” lalu di tunjuklan di sebrang jalan yaitu tempat makan sederhana namanya Cahya Jakarta akhirnya menemukan yang cocok buat orang Endonesah dengan harga Endonesah tapiiii rasanya ENAK bro cepet juga! Recomended lah ini ya.. noted!
Balik ke penginapan kami beres- beres menyiapkan untuk esok hari jam 8 harus udah sampe di agen trip nya mas Figo yang sudah kami langsung bayar tadi. makin drop karena hujan tak kunjung henti sampai kami bangun sampai kita jalan menuju agen pun masih gerimis, tapi untungnya kami tetap berangkat.. mas figo yang orangnya terlihat asik bilang : “ masih mending hujan tapi anginnya normal dari pada ga hujan tapi anginya kencang malah yang seperti itu yang saya batalkan mbak” jadi melaut itu yang sangat di takutkan adalah angin kalo angin kencengkan otomatis ombak bisa tinggi J 
oke modal yakin kami pun senang- senang aja, oh ya kami disuruh sewa alat snorkeling seharga 15 ribu di tetangganya mas figo namanya Om siapa gitu saya lupa yang jelas orangnya serem kaya tukang pukul hehe tatoan seremlah mukanya kaya hiu hehe. Tapi baik sih saya aja ngutang dulu gara- gara ga ada kembalian :p