Jumat, 28 Desember 2012

Menghitam Untuk Pengalaman


Well.. kalian paling juga tau penampilan  saya ini kaya apa. Kucel, ga suka pake rok, ga bisa rapi dan sebagainya. Tapi makin dewasa kerapihan kebersihan dan "kewanitaan" bisa dikompromikan ke dalam hidup saya haha. Saya sewajarnya sekarang suka pakai pakaian rapih, agak bener menata rambut, atau ingin warna kulit tidak belang -__- yayayaya.

Sampai pada akhirnya saya tersadar karena 1 bulan ini saya lebih sering dirumah, saya sadari kulit saya sudah mulai menyatu garis batas belang-belangnya, senangnya (tadinya) tetapi akhirnya saya sadar bahwa sebenarnya senang ini gak seberapa bila dibandingkan dengan kerena apa saya bisa belang dan mengjitam. Setelah saya pikir- pikir saya menghitam karena jalan-jalan atau tuntutan pekerjaan yang mengharuskan saya panas-panasan plus ditambah wira-wiri naik motornya. Saya jadi teringat kata-kata Al kemarin "kalo di kantor nih (divemag) yang putih malah sedih, pokonya yang item-item pada belang itu yang bangga". Sekarang saya mengerti dan merasakan hal yang sama seperti Al apa sih yang membuat mereka rela tidak perduli penampilan jadi kucel kulit jadi gosong? oke jawabannya adalah : Pengalaman. 

Iya baru saya sadari bahwa menghitam untuk pengalaman itu nikmatnya tiada tara.  Hmm saya memang berlebihan, mungkin kalian semua berfikir pengalaman bisa dateng dari mana aja baik indoor atau outdoor. Iya memang betul, tetapi mungkin karena saya kurang begitu mengingat- ingat pengalaman berharga mana yang saya dapat di dalam sebuah ruangan maka saya anggap diluar sana, dibawah terik matahari pengalaman yang saya dapatkan sungguh luar biasa. Saya akan sedikit  pamer menceritakan tentang pengalaman saya yang sebenernya masih cemen.

Oke saat SMA saya memutuskan untuk ikut ekstrakurikuler pecinta alam. Entah ada angin apa saya masuk dan ikut pelatihan ekskul yang bener-bener bikin emosi jiwa tapi bisa bikin saya bilang : “Sekolah gw bukan 47, tapi sekolah gw PATTUPALA”. Kegiatan pecinta alam ini terdiri dari 3 divisi yaitu mountaineering, caving, dan climbing. Sampai sekarang saya ga tau alasannya mengapa itu gunung capek-capek di daki lalu udah sampai puncak terus udah gitu kita turun lagi, atau caving santai-santai kita SRT sampai bawah lalu setengah mati kita jumaring ke atas.. mungkin itu kali yang dinamakan cinta sampe gatau alasannya apa haha. Oke PATTUPALA adalah organisasi pecinta alam yang 90 pesen kegiatannya diluar 10 persen cuma materi kelas. Jelas dengan saya jalan-jalan bersama PATTUPALA saya punya pengalaman banyak. Dari mulai sekedar latihan sampai mengadakan perjalanan.

Pengalaman dibawah matahari yang lain adalah tepat dibawah sinar matahari khatulistiwa yaitu saat magang di Kalimantan. 70 persen kegiatan magang sekaligus penelitian skripsi ini ada di lapangan a.k.a di luar sana. Mulai dari menyebrangi sungai segede laut mengitari perkampungan warga yang rumahnya mengapung diatas sungai dan kegiatan lainnya yang menghasilkan keringat serta menghitamkan kulit saya alami. Banyak hal yang saya alami di lapangan, dan senangnya itu sangat bermanfaat bagi diri saya. Orang tidak akan tau bagaimana dirinya dapat atau tidak menyelesaikan masalah kalau belum terjun langsung ke lapangan. Dengan kita keluar kita bisa melihat realita yang ada bagaimana orang lain mempunyai budaya dan kebiasaan yang jauh berbeda dengan kita.

Mungkin menghitam sama halnya dengan selogan detergen pencuci pakaian: ga kotor ga belajar | ga gosong ga pengalaman! haha

curhat colongan

Mungkin ini bukan keadaan yang tepat untuk menulis. Tidak enak hati, tidak enak pikiran, dan tidak enak badan terlalu banyak yang ingin diceritakan tetapi numpuk di kepala hingga bingung mau menulis yang mana dulu.

Sekarang ini status resmi saya sarjana, tapi status nyata-nya pengangguran. "Sedih dang? iya sedih. Bosen dang? banget" kalau boleh lebay rasanya pengen saya bakar samir sarjana atau samir cumlaude itu. Saya malu sama samir itu, pertanda saya malu dengan diri saya sendiri. Satu bulan ini saya berpendapat cari kerja itu sulit, tetapi sekarang saya coret pemikiran itu. Cari kerja itu mudah, move on untuk belajar itu yang sulit. Saya tidak pungkiri sepertinya tingkat kemalasan ini bertambah semenjak tidak berhubungan dengan kegiatan perkuliahan saya sangat menyesal dari kurang lebih 6 bulan lalu saya kurang produktif, jadinya sampai males ngapa-ngapain gini sampe mikir aja terkadang males, otak saya seakaan membeku karena lama ga dipakai, sama halnya dengan si hitam (motor kesayangan saya) kalo ga dipake ya dia susah nyala -nya.

haha saya jadi curhat kan nih, ya pokonya gitu lah ya, intinya ini bagian yang saya gak suka banget dalam bagian hidup saya, saya harap gak lama- lama deh begini :"

Selasa, 18 Desember 2012

Good Time


The picture above is my friends. They are good friends for me. This picture was taken at the early semester. Now i miss them. I wanna back the time together with them. Much memorable things i did with them. They are too nice for me, they treat me like a family.Sometimes i think they are too busy to listen my problem but they exist when i need friends to make me happy. thank you for your goodness for 4 years. i belive we will be the best. i love you all.

Profit Oriented

saya orang padang.
kata orang, orang padang pelit.
tapi banyak orang padang bilang, orang padang itu bukan pelit tapi perhitungan.
saya merasa saya itu termasuk pada stereotype orang banyak tersebut.
entah pelit atau perhitungan.
sama saja
perhitungan toh terkadang saya sadari itu bagian dari pelit.
tapi saya bete kalo dikatain pelit.
hehe.
dari sifat dasar yang mendarah daging seperti itu,
timbulah habit yang kurang baik,
semua saya ukur pake duit,dut, dan duit
astagfituloh -_-
lagi enak2 pacaran pulang2 bete-bete gara2 duit nya abis.
abis makan enak2 udahnya bete lagi gara2 duitnya kekurang.
abis ngapain aja nih yang ada hubungan nya ama ngeluarin duit jatohnya gua bete gara2 duit gua kepake.
astaga diaaahhhh
harus kau buang itu pikiran biar ga jadi penyakit
hahahhaha oke saya ga akan perhitungan lagi! (i wish)

Minggu, 16 Desember 2012

Underwater Fashion Photography


Hi! i just to share my photo shoot underwater experience with UGM's Dive Club and Divemag Indonesia. Muljadi Pinneng Sulungbudi a.k.a pinneng as underwater photographer and Gemala Hanafiah as profesionnal underwater model. This photo shoot took place in the pool Soekotjo Magelang central Java.





the water is very cold, because it comes from the mountain springs. The profits we make  shooting here is an eyes not sore because the water does not contain chlorine at all, we have better image quality, but I froze losses during the shooting took place. brrrr