haloha! lama ya gak nulis, sibuk buk buk mulai dari sibuk kuliah, sibuk kerja, sibuk jualan, dan sibuk liburan.. haha sampai salah satu teman saya yang ada di contact bbm bilang : "dang ko idup lo jalan-jalan mulu sih ". Jalan- jalan itu nagih, saya rela menghabiskan seluruh gaji saya untuk jalan-jalan, sudah lama saya ingin mem-postkan review jalan- jalan saya ke blog ini tapi belum sempat aja, sampai keduluan sama pacar saya, sebagian review jalan-jalan kami telah di post-kan oleh pacar saya Racco. untuk kali ini saya akan mempostkan perjalanan yang tidak pacar saya tulis *gak mau kalah*
Jakarta- Bandung
mengapa Jakarta? ngapain ke Jakarta? balik ke rumah? oh tidak, ke Jakarta ini bulan Oktober 2010.Saya mendapatkan kado ulang tahun dari racco yaitu tiket java rockinland (JRL)! wohooo baik juga. saya ingin nonton karena ada salah satu band favorit yaitu Stereophonics. dan racco juga ingin nonton jadwal JRL hari berikutnya yaitu Smashing Pumpkins, kami berangkat menggunakan bus malam Ramayana dari terminal Jombor sampai Jakarta Raya yang super duper macet itu kami turun di terminal Lebak Bulus, Voila! akhirnya dia mengerti rute- rute yang harus saya perjuangkan saat saya masih SMA dulu, hiruk pikuk kota Jakarta pukul 06.00 sangat sangat PADAT. Dari terminal bus Lebak Bulus kami naik angkot menuju Ciledug haha ini sangat mengaggetkan bagi racco yang yang notabene orang jogja asli yang jarang sekali naik angkot dengan keadaan macet-cet-cet lalu kami langsung ke daerah ANCOL ini adalah jalan-jalan terdekil yang pernah saya alami. tapi untungnya semua terbayar dengan Stereophonics yang memukauuuu :D tapi sayangnya band ini tidak banyak basa -basi kepada audiens .
| ||
ITB dan De Ranch Bandung
selasai berband-band-nan di Jakarta kami menuju Bandung memakai jasa travel Cipaganti dari Mangga dua saya lupa harganya berapa mungkin sekitar Rp. 70.000,- pokoknya kalau pake Kartu Pelajar bisa dapet diskon. Kami ke ITB karena mantan Band yang dimanejeri oleh pacar saya main di ITB, saat itu di ITB menyelenggarakan pasar seni ITB 10-10-10. ITB adalah salah satu universitas (hmmm harusnya institut ye) yang saya bilang paling oke secara tata letak dan arsitekturnya kalo sudah sampai ITB seakan- akan baru kerasa kalau saya ini anak kuliahan, seisi di dalamnya sangat mendukung perkuliahan, cuacanya rindang, banyak peohonan, bisa dibilang tidak terlalu luas sehingga masih bisa terjamah antar fakultas. Setelah lelah di Pasar Seni ITB yang masya Allah penuh sama lautan manusia (macetnya dari tol Pasteur kalo mau tau) kami melanjutkan perjalanan ke De Ranch di daerah lembang dari daerah ITB bayangkan kami naik yak kendaraan favorit yaitu angkot, dengan kondisi badan racco yang sakit dia harus endut-endutan naik -naik kepuncak lembang hehe cukup menyiksa.dari ITB cukup naik angkot Caheum-Ledeng, lalu oper ke angkot St.Hall-Lembang, dan turun di persimpangan ke jalan Maribaya. Trus jalan dikit deh atau naik delman seperti saya hehe, alamatnya di Jl. Maribaya no. 17, Lembang.
Untuk bisa masuk ke De’Ranch, cukup beli tiket seharga Rp5000,- bisa menukarkan dengan susu atau yoghurt . Di sana terdapat banyak wahana yang bisa dinikmati (tapi bayar lagi per wahana). Masing- masing wahana beda-beda harganya, berkisar 10 hingga 25 ribu. Beberapa wahana yang saya ingat antara lain: Kuda Tunggang, Flying Fox, ATV, Trampolin, Triker, Gogo Ride , Panahan, Balon Air, dan masih banyak lagi.
oh iya sebelum saya sampai di de ranch sempet mencicipi serabi setiabudhi :)
![]() |
| serabi setiabudhi bandung |
dan ini dia dokumentasi saat kami sudah tiba di de Ranch
![]() |
| naik kuda atau narsis :p |
![]() |
| pemandangan di d'ranch |




